BERFOYA RINDU

Deras angin malam itu.
Diikuti temaram bulan semakin gelap.
Bersama riang tanpa diam dan kaku. 
Aku dan kamu menerobos semua lelap.

Bersiul dan bernyanyi. 
Melakukan apapun di luar kendali. 
Aku tau apa penyebabnya. 
Karena rindu sedang bertemu ibundanya. 

Apa yang harus kita lakukan?
Menghabiskan bulan bersama senang?
Tentu ketika tengah malam. 
Kamu harus pulang. 

Lalu? Bagaimana kita mensyukuri?
Bagaimana kalau kita sejenak menepi?
Kemudian mengulurkan tangan kepada siapa yang memerlukan. 
Bukankah kamu tau aku termasuk dari manusia fakir?
Tidak peduli berapa bungkus aku terima tentang nasi.
Aku juga tidak menginginkan hasil keringat rupiahmu itu. 
Yang aku mau hanyalah, uluran tanganmu.
Aku genggam mati. 
Setelah itu aku berfoya.
Berfoya rindu. 
Aku menjadi manusia paling kaya akan kamu. 

Bagaimana kalau seperti itu? 

Komentar

Postingan Populer