MALAM PENUH KASIHAN
"Apakah kamu mengabaikan perasaanku?" Ucap manusia paling merasa telah berjasa pada hubungan 2 arah ini.
Mengapa kamu diam? Bukankan membiarkan seseorang berpikir muram tentangmu itu tindakan yang tidak baik? Mengapa kamu tidak memberikannya penjelasan? Bukankah membiarkan seseorang berjalan seorang diri di kegelapan adalah tindakan yang cukup kejam? Mengapa kamu kuat sekali di ketidak apa-apaan yang kamu maksud? Bukankan membuat orang lain terjebak dalam lingkaran perasaan itu bukan tindakan yang berperasaan?
"Aku menunggu jawaban kamu setelah sekian hari, namun kamu hanya menjawab dengan janji pasti akan kembali?"
Mengapa kamu bisa sedemikian rupa? Berubahmu bukan lagi tentang dirimu saja. Melainkan tentang dirinya juga. Mengapa kamu bisa berkata manis seperti itu? Sikapmu kini bukan hanya dirimu yang tahu. Namun orang di sekelilingmu juga mengetahuinya. Mengapa kamu bisa menutup mata seperti itu? Bahkan setelah manusia seperti dirinya mengatakan apa yang dia rasakan. Namun kamu belum juga mengatakan apa yang bisa menyembuhkan?
"Ayolah, aku tidak sebodoh itu." Tutup manusia yang sudah memasrahkan dirinya untuk ditinggalkan.
Mengapa kamu masih diam? Mengapa kamu tidak bersikap adil? Mengapa kamu mengabaikan? Bahwa kamu bukan lagi tentang dirimu seorang. Menunggu sampai kamu kembali? Sampai kapan?
Percakapan itu ditutup dengan rasa kasih sayang yang kian pergi.

Komentar
Posting Komentar