AMBIGU
Aku berkata kepada diriku yang ambigu. Yang tidak jelas hendak mengarah dan memilih ke jalan mana. Yang setiap waktu pagi dan siang berubah mau. Setiap sore dan malam berubah kata.
"Sampai kapan dirimu akan menenggelamkan semuanya demi hal-hal runyam seperti itu?"
Menerus aku bertanya, selalu aku terbeku. Aku bertanya pada diriku sendiri yang aku tau bahwa semua itu tidak ada jawabannya. Atau nanti? Entahlah. Aku hanya menginginkan semua berjalan sesuai apa yang ada. Bisa disebut apa adanya.

Komentar
Posting Komentar