362/365

"Sudah siap?" 
"Siapa itu?!!" Ujarku.
"Bahkan dirimu belum mengenaliku"
"Memang siapa?!"
"Perasaan siap dan kuatmu"
"Lalu apa yang kamu tanyakan tadi?!"
Kami terdiam. Bukankah dia perasaanku? Lalu mengapa dia menanyakan tentang perasaanku? Tentang dirinya sendiri? 

"Kapan kamu mau menjemputku? Aku terlalu kedinginan untuk di luar sini."

Aku semakin terdiam. Mengalir bersama semua takut dan khawatir. 

"Berhentilah mengkhawatirkan segala hal. Kamu harus berjalan. Tidak harus berlari. Kamu boleh beristirahat. Tidak perlu selalu mencari. Ah, sudahlah". Setelah itu dia memilih pergi lagi sekarang. Entah kemana. 

"Memang kenapa kalau aku mengkhawatirkan diriku sendiri?"

"Jemput aku dengan membawa semua yang menghangatkan!!" Teriaknya dari kejauhan. 

Komentar

Postingan Populer