AJAIB
"Sebutkan satu keajaiban di dunia?"
Pertanyaanmu kamu tutup dengan dirimu yang sibuk dengan es Krim di tanganmu. Aku sangat ingin menjelaskan tentang bagaimana aku berbahagia kala itu. Dengan kamu yang duduk di hadapanku dengan manis tentunya.
"Senyummu."
"Hah? Apa itu?"
"Iya senyummu"
"UNESCO tidak pernah menyebutnya sebagai keajaiban dunia." Kamu terkekeh.
"Tapi ajaib untuk aku"
"Kenapa?" Tanyamu cepat. Membuat aku berhenti dan menghela nafas perlahan. Membenarkan posisi berdiriku dan menatapmu dengan lembut.
"Senyummu itu Ajaib" Ujarku
"Berkali-kali aku lelah, sebab senyummu mereka bubar tak karuan. Sering aku memilih diam, senyummu datang mengajakku bersenang-senang. Aku tenggelam dalam sepiku, senyummu beramai-ramai tiba untuk memberiku kehangatan." Aku terdiam. Juga kamu.
"Senyummu itu Ajaib." Kuatku.

Komentar
Posting Komentar