CEMBURU
"Bagaimana dengan rasa cemburu?"
Aku meletakkan gelas kopi baru sampai yang sedang aku tiup. Biru yang sedari tadi berbincang denganku tentang berbagai perasaan, kini membuat aku diam duduk di kursi warung langganan sebelum pulang.
"Cemburu ya. Aku kira itu buruk"
"Buruknya?"
"Bukankah itu memberatkanmu?"
"Bukankah itu tanda cinta?"
"Cinta? Sebelah mana?"
"Khawatir bila dia kemana-mana?"
"Tidak bisa diterima!"
"Kenapa?"
"Cinta membawa percaya"
"Lalu?"
"Kalau kamu mencintainya, kamu harus mempercayainya"
Seketika biru menggantikan peranku. Diam mengambil kopiku dan meminumnya.

Komentar
Posting Komentar