TEKA-TEKI
"Apakah kamu pernah bermain teka-teki?" Tanyamu. Menyadarkan aku yang sedari tadi melamun kosong memandang air Tuhan yang tak kunjung henti. Aku ingin segera pulang.
"Teka-teki. Permainan yang diminta untuk memecahkan masalah." Seakan kamu mengerti ekspresi wajahku yang masih bingung.
"Aku tau"
"Lalu mengapa tidak kamu jawab 'tau'?" Desakmu.
Aku menghela napas seketika. Menyodorkan tanganku memastikan hujan telah berhenti. Gerimis kecil masih terasa. Apa yang sedang ada di benakku sebenarnya? Aku pun tak tahu. Apa yang sedang aku mau sekarang? Aku pun tidak mengerti pasti. Apa yang akan aku lakukan? Aku pun tak bisa mengira. Aku tenggelam.
"Hey?" Ujarmu. Kali ini lebih keras suaramu. Aku tersadar kemudian. Memandang raut wajah kesalmu. Pastilah. Sejak tadi aku disibukkan dengan isian kepala yang bermacam-macam. Apalagi dengan aku yang ada di sampingmu, namun entah kemana aku dalam pikiran. Aku saja bingung mengapa aku seperti ini, apalagi kamu.
"Kenapa sih?" Benar dan betul. Setelah ini kamu pasti memintaku segera mengantarmu pulang. Meski dalam keadaan hujan dan selanjutnya basah kuyup.
"Antar aku pulang!" Kamu berjalan ke arah motorku memastikan keinginan pulangmu dengan berani membiarkan dirimu diterpa hujan. Aku benar-benar sedang berteka-teki dengan diriku sendiri. Apa dan mengapa lalu bagaimana. Setelah itu seperti apa dan sampai kapan. Aku benar-benar sedang tidak bisa memikirkan apapun dengan baik.
Lalu kita pulang dengan suasana sunyi sampai dengan rumahmu. Bahkan rumahku.

Komentar
Posting Komentar